Petualangan Raib dan Seli di klan Matahari Minor semakin genting. Petualangan ini adalah jawaban. Atas pertanyaan-pertanyaan yang belum terjawab. Juga tentang kehilangan dan menemukan. Tentang memilih dan pengorbanan. Petualangan ini juga adalah persimpangan. Apakah Raib dan Seli akan memilih jalan terbaik? Apakah mereka akan terus menjadi sahabat, atau membenci satu sama lain? Lantas bagaimana…
Sebenarnya, apakah itu perasaan? Keinginan? Rasa memiliki? Rasa sakit, gelisah, sesak, tidak bisa tidur, kerinduan, kebencian? Bukankah dengan berlalunya waktu semuanya seperti gelas kosong yang berdebu, begitu-begitu saja, tidak istimewa. Malah lucu serta gemas saat dikenang. Sebenarnya, apakah pengorbanan memiliki harga dan batasan? Atau priceless, tidak terbeli dengan uang, karena hanya kita…
Novel ini adalah sekuel dari novel “Pulang” karya Tere Liye, disarankan bagi pembaca untuk membaca novel “Pulang” terlebih dahulu. Novel ini tidak hanya menceritakan tentang pertarungan sengit antar keluarga Shadow Economy, tetapi juga menceritakan bagaimana perjalanan panjang Bujang membongkar masa lalu almarhum ayahnya yang begitu rumit. Ayahnya yang dulu ia kenal memiliki perangai ya…
Delisa adalah gadis kecil asal Lhok-Ngah Aceh berusia 6 tahun ini penggemar warna biru. Gadis cerdas, polos, dan suka bertanya ini tinggal bersama umminya dan ketiga kakaknya. Ayahnya bekerja di kapal tanker dan baru pulang setiap 3 bulan sekali. Suatu waktu, Delisa mendapat tugas menghafal bacaan shalat, dan umminya pun berjanji akan memberinya hadiah bila Delisa mampu menuntaskannya. Namun Tu…
Negeri para bedebah, negerinya para musang berbulu domba, negerinya pencuri berdasi. Tempat dimana kehidupan terasa jauh lebih fiksi dari pada novel fiksi itu sendiri. Dimana realita terasa jauh lebih nyata. Sebab di negeri para bedebah segala hal bisa terjadi selama melibatkan materi dan kedudukan. Manusia bisa berubah menjadi musang paling manipulatif selama itu demi kekayaan. Namun di negeri…
Di Negeri di Ujung Tanduk kehidupan semakin rusak. Bukan karena orang jahat semakin banyak, tapi semakin banyak orang yang memilih tidak peduli lagi. Di Negeri di Ujung Tanduk para penipu menjadi pemimpin, para pengkhianat menjadi pujaan. Bukan karena tidak ada lagi yang memiliki teladan, tapi mereka memutuskan menutup mata dan memilih hidup bahagia sendirian. Tapi setidaknya, Kawan, di Negeri …
Dia bisa ke mana pun dia mau, tidak bisa dikurung. Dia bisa pergi kapan pun dia ingin pergi, tidak ada pintu, dinding, yang bisa menahannya. Jangan dibicarakan, jangan dibahas, jangan diganggu. Maka mereka tidak akan menggangu kita.
Apakah memaafkan itu mudah diberikan? Apakah melupakan itu ringan dilakukan? Sayangnya, itu sering kali lebih enteng diucapkan, tapi di hati terdalam tetap begitulah. Bagaimana caranya kita memeluk erat semua rasa marah, benci, sakit hati, ketika itu bahkan baru mulai dibicarakan saja sudah menyakitkan? Bagaimana berdamai dengan situasi tersebut? Inilah novel tentang ’rasa’. Berbagai rasa b…
Lumpu ini adalah buku ke-11 dari serial Bumi petualangan dunia paralel karya Tere Liye. Sebenarnya, novel ini merupakan kelanjutan kisah dari novel Selena dan Nebula maka bagi yang belum membaca novel Selena dan Nebula, alangkah baiknya baca terlebih dahulu kedua novel tersebut agar paham akan alur cerita dalam Lumpu. Pada novel setebal 368 halaman ini, kembali mengisahkan petualangan serta pen…
Novel Hujan merupakan novel yang mengisahkan kisah cinta serta perjuangan hidup Lail. Saat usianya baru menginjak 13 tahun, Lail menjadi seorang yatim piatu akibat ayah dan ibu Lail yang terkena letusan Gunung Api Purba dan gempa yang membuat kota tempat mereka tinggal hancur. Lail yang pada saat itu juga termasuk korban bencana berhasil diselamatkan oleh anak laki-laki bernama Esok. Lail dan E…
Pertanyaan-pertanyaan seperti “kemana orang tua Ali?”, “Apa orang tua Ali masih hidup?”, atau “dari Klan manakah Ali berasal?” akan terjawab di buku ini. Di buku ke-13 serial BUMI, akhirnya, siapa orang tua Ali dijawab di buku ini. Ali, bertahun-tahun, berusaha memecahkan misteri itu. Kali ini, Ali melupakan sekolah. Sudah 3 hari ia tidak hadir di sekolah, membolos. Raib dan Seli te…
Kita hanya punya sepotong hati, bukan? Satu-satunya.. Lantas bagaimana kalau hati itu terluka? Disakiti justru oleh orang yang kita cintai.. Aduh, apakah kita bisa mengobatinya? Apakah luka itu bisa pulih, tanpa bekas? Atau jangan-jangan, kita harus menggantinya dengan sepotong hati yang baru? Lantas, apakah tetap cinta namanya meski telah kehilangan kepercayaan dan komitmen? Apakah kita bersed…
KAMU sudah gila!” Itulah kalimat yang terakhir kali Al Mas'ud ingat sebelum día pingsan beberapa saat lalu. Sekarang, matanya terbuka, mengerjap-ngerjap. Terang? Seberkas cahaya matahari menembus celah kecil di dinding. Sudah siang? Berapa lama dia pingsan? Beringsut hendak duduk. Mengeluh pelan, tubuhnya terasa sakit. Ada memar di lengan, juga lebam di paha, punggung. Mas'ud menoleh ke kiri…
Setelah “musuh besar” kami lolos, dunia paralel dalam situasi genting. Hanya soal waktu, pertempuran besar akan terjadi. Bagaimana jika ribuan petarung yang bisa menghilang, mengeluarkan petir, termasuk teknologi maju lainnya muncul di permukaan Bumi? Tidak ada yang bisa membayangkan kekacauan yang akan terjadi. Situasi menjadi lebih rumit lagi saat Ali, pada detik terakhir, melompat ke por…
Sejak kecil, hidupnya adalah tragedi! Lahir di tempat yang hanya mengenal matahari 24 jam, sisanya gelap. Kehilangan seluruh orang-orang yang disayanginya, orang tua, adik-kakak, sahabat sejati, pasangan, anak, berkali-kali. Gelap. Hitam. Dua sisi mengerikan. Bagaimana dia menebus semuanya? Bagaimana dia bisa menjadi petarung terkuat yang pernah ada. Sekali dia melepas teknik beku itu, bahkan c…
Sebenarnya, apakah itu perasaan? Keinginan? Rasa memiliki? Rasa sakit, gelisah, sesak, tidak bisa tidur, kerinduan, kebencian? Bukankah dengan berlalunya waktu semuanya seperti gelas kosong yang berdebu, begitu-begitu saja, tidak istimewa. Malah lucu serta gemas saat dikenang. Sebenarnya, apakah pengorbanan memiliki harga dan batasan? Atau priceless, tidak terbeli dengan uang, karena hanya kita…